Translate
Time
Link List
Labels
- Anime (3)
- Askep (20)
- Drawing (6)
- Info (26)
- Internet (27)
- kesehatan (34)
- Komik (9)
- komputer (14)
- Lirik Lagu (4)
- Materi Kuliah (40)
- Papercraft (5)
- Uncategorized (70)
Search
Friday, December 31, 2010
Latihan untuk meningkatkan Penglihatan
Beberapa latihan untuk meningkatkan Penglihatan
Zooming, adalah latihan melihat/focus dari benda yang jauh ke benda yang dekat, secara bergantian. Misal dengan melihat pensil dengan jarak 15 cm didepan mata dengan objek lain yang jaraknya lebih jauh, misal 4 meter atau lebih.
Palming, adalah menutup mata dengan kedua telapak tangan. Gosok kedua tangan dengan lembut sampai terasa hangat, kemudian letakkan telapak tangan pada mata dalam kondisi terpejam, jangan tekan bola mata, tapi letakan dengan halus pada tulang-tulang sekitar mata.
Latihan dengan Kartu test mata yang jarahnya berjauhan.
Soft focus, sama dengan zooming, hanya saja, selama focus mata tidak boleh berkedip selama 5-25 detik, dan mata tidak terlalu focus, hanya melihat secara santai.
Menguaplah dengan lebar, sampai anda benar-benar merasa rileks.
Dengan bola berayun, coba untuk focus ke bola yang bergerak karena ayunan. Atau bisa diganti dengan bola pingpong/tennis yang sedang dimainkan, atau alternative lain yang serupa.
Pencahayaan, dengan mata tertutup, pandanglah matahari, atau lampu yang cukup terang, sampai mata anda terasa hangat.
Latihan peregangan otot mata, gerakan mata anda kebawah, keatas, tengah samping.
Memijat bagian-bagian kepala yang mempengaruhi mata; bagian bawah alis, pangkal hidung yang diapit oleh 2 mata, 2 sisi kening di ujung alis bagian luar, titik bawah mata (tulang sekitar mata), bahu dekat tengkuk, 2 urat leher di bagian tengkuk.
dll, lebih lengkap silakan baca bukunya ya..
Tambahan
Sering-seringlah berjemur bawah dimatahari
Sering-seringlah melihat warna-warna alami di luar ruangan
Makanan yang tidak dianjurkan selama masa latihan:
1. Minuman ber alcohol
2. Makanan atau minuman yang mengandung kafein
3. Telor
4. Gorengan
5. Buah-buahan
6. Es krim
7. Keju
8. Rokok
9. Kopi
10. Susu
11. Daging merah
12. Obat-obatan (Selain yang dianjurkan dokter)
13. Makanan yang mengandung gula.
Olah raga yang dianjurkan:
1. Aerobic
2. Bersepeda
3. Dansa cepat
4. Jogging
5. Skating
6. Jalan kaki
7. Berenang
8. Tennis
9. Selancar
10. Yoga
11. Taichi
Btw, sekarang minus saya 1,5 dan silindris 0,75 dua-duanya =__= . Kita lihat perubahan di tahun 2011 nanti, apakah penglihatan mata saya berkurang? Turunkah?? Atau malah naik?? (*jangaaaan!!). yah,,itu semua tergantung dari saya sendiri....hahahaaa...
Strategi Promosi Kesehatan
Strategi Promosi Kesehatan
Menyadari bahwa perilaku adalah sesuatu yang rumit. Perilaku tidak hanya menyangkut dimensi kultural yang berupa sistem nilai dan norma, melainkan juga dimensi ekonomi, yaitu hal-hal yang mendukung perilaku, maka promosi kesehatan dan PHBS diharapkan dapat melaksanakan strategi yang bersifat paripurna (komprehensif), khususnya dalam menciptakan perilaku baru. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan dan WHO telah menetapkan tiga strategi dasar promosi kesehatan dan PHBS yaitu :
1. Gerakan Pemberdayaan
Pemberdayaan adalah proses pemberian informasi secara terus-menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan sasaran, serta proses membantu sasaran agar sasaran tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek knowledge), dari tahu menjadi mau (aspek attitude), dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek practice). Sasaran utama dari pemberdayaan adalah individu dan keluarga, serta kelompok masyarakat. Bilamana sasaran sudah akan berpindah dari mau ke mampu melaksanakan, boleh jadi akan terkendala oleh dimensi ekonomi.
Dalam hal ini kepada yang bersangkutan dapat diberikan bantuan langsung, tetapi yang seringkali dipraktikkan adalah dengan mengajaknya ke dalam proses pengorganisasian masyarakat (community organisation) atau pembangunan masyarakat (community development). Untuk itu sejumlah individu yang telah mau, dihimpun dalam suatu kelompok untuk bekerjasama memecahkan kesulitan yang dihadapi. Tidak jarang kelompok ini pun masih juga memerlukan bantuan dari luar (misalnya dari pemerintah atau dari dermawan).
Disinilah letak pentingnya sinkronisasi promosi kesehatan dan PHBS dengan program kesehatan yang didukungnya. Hal-hal yang akan diberikan kepada masyarakat oleh program kesehatan sebagai bantuan, hendaknya disampaikan pada fase ini, bukan sebelumnya. Bantuan itu hendaknya juga sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
2. Binasuasana
Binasuasana adalah upaya menciptakan lingkungan sosial yang mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang diperkenalkan. Seseorang akan terdorong untuk mau melakukan sesuatu apabila lingkungan sosial dimana pun ia berada (keluarga di rumah, orangorang yang menjadi panutan/idolanya, kelompok arisan, majelis agama, dan lain-lain, dan bahkan masyarakat umum) menyetujui atau mendukung perilaku tersebut. Oleh karena itu, untuk mendukung proses pemberdayaan masyarakat,khususnya dalam upaya meningkatkan para individu dari fase tahu ke fase mau, perlu dilakukan Bina Suasana. Terdapat tiga pendekatan dalam
Bina Suasana, yaitu :
a. Pendekatan Individu
b. Pendekatan Kelompok
c. Pendekatan Masyarakat Umum
3. Advokasi
Advokasi adalah upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders). Pihak-pihak yang terkait ini bisa berupa tokoh masyarakat formal yang umumnya berperan sebagai penentu kebijakan pemerintahan dan penyandang dana pemerintah. Juga dapat berupa tokoh-tokoh masyarakat informal seperti tokoh agama, tokoh pengusaha, dan lain-lain yang umumnya dapat berperan sebagai penentu "kebijakan" (tidak tertulis) dibidangnya dan atau sebagai penyandang dana non pemerintah. Perlu disadari bahwa komitmen dan dukungan yang diupayakan melalui advokasi jarang diperoleh dalam waktu singkat.
Pada diri sasaran advokasi umumnya berlangsung tahapan-tahapan, yaitu (1) mengetahui atau menyadari adanya masalah, (2) tertarik untuk ikut mengatasi masalah, (3) peduli terhadap pemecahan masalah dengan mempertimbangkan berbagai alternatif pemecahan masalah, (4) sepakat untuk memecahkan masalah dengan memilih salah satu alternatif pemecahan masalah, dan (5) memutuskan tindak lanjut kesepakatan. Dengan demikian, maka advokasi harus dilakukan secara terencana, cermat, dan tepat. Bahan-bahan advokasi harus disiapkan dengan matang, yaitu :
- Sesuai minat dan perhatian sasaran advokasi
- Memuat rumusan masalah dan alternatif pemecahan masalah
- Memuat peran si sasaran dalam pemecahan masalah
- Berdasarkan kepada fakta atau evidence-based
- Dikemas secara menarik dan jelas
- Sesuai dengan waktu yang tersedia.
Laporan Pendahuluan DBD
Pre dan Post Conference
- Pengertian
Konferensi merupakan pertemuan tim yang dilakukan setiap hari. Konferensi dilakukan sebelum atau setelah melakukan operan dinas, sore atau malam sesuai dengan jadwal dinas perawatan pelaksanaan. Konferense sebaiknya dilakukan di tempat tersendiri sehingga dapat mengurangi gangguan dari luar.
Konferensi terdiri dari 2 macam, yaitu:
- Pre Conference
Komunikasi kepala tim dan perawat pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang dipimpin oleh katim atau penanggung jawab tim . Jika yang dinas pada tim tersebut hanya 1 orang, maka pre conference ditiadakan. Isi pre conference adalah rencana tiap perawat (rencana harian) dan tambahan rencana dari kepala tim dan penanggung jawab tim (Modul MPKP,2006)
Waktu : Setelah operan
Tempat : meja masing-masing tim
PJ : Kepala tim atau penanggung jawab tim
Kegiatan :
- Kepala tim atau penanggung jawab tim membuka acara
- Kepala tim atau penanggung jawab tim menanyakan rencana harian masing-masing perawat pelaksana
- Kepala tim atau penanggung jawab tim memberikan masukan dan tindakan lanjut terkait dengan asuhan yang diberikan saat itu
- Kepala tim atau penanggung jawab tim memberikan reinforcement
- Kepala tim atau penanggung jawab tim menutup acara
- Post Conference
Komunikasi kepala tim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift berikutnya.
Isinya adalah hasil asuhan keperawatan tiap perawatan dan hal penting untuk operanI(tindak lanjut). Post conference dipimpin oleh kepala tim atau penanggung jawab tim. (Modul MPKP, 2006)
Waktu : sebelum operan ke dinas berikutnya
Tempat : meja masing-masing tim
PJ : kepala tim atau penanggung jawab tim
Kegiatan :
- Kepala tim atau penanggung jawab tim membuka acara
- Kepala tim atau penanggung jawab tim menanyakan kendala dalam asuhan yang telah diberikan
- Kepala tim atau penanggung jawab tim menyakan tindakan lanjut asuhan klien yang harus dioperkan kepada perawat shift berikut nya
- Kepala tim atau penanggung jawab tim menutup acara
- Tujuan
Secara umum tujuan konferensi adalah untuk menganalisa masalah-masalah secara kritis dan menjabarkan alternative penyelesaian masalah, mendapatkan gambaran berbagai situasi lapangan yang dapat menjadi masukan untuk menyusun rencana antisipasi sehingga dapat meningkatkan kesiapan diri dalam pemberian asuhan keperawatan dan merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan perubahan non kognitif(McKeachie,1962). Juga membantu koordinasi dalam rencana pemberian asuhan keperawatan sehingga tidak terjadi pengulangan asuhan, kebingungan dan frustasi bagi pemberi asuhan (T.M.Marelli, et.al,1997)
Tujuan pre conference adalah :
- Membantu untuk mengidentifikasi masalah-masalah pasien, merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi hasil
- Mempersiapkan hal-hal yang akan di temui di lapangan
- Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang keadaan pasien
- Tujuan post conference
- Untuk memberikan kesempatan mendiskusikan penyelesaian masalah dan membandingkan masalah yang dijumpai.
- Syarat
- Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian asuhan keperawatan dan post conference dilakukan sesudah pemberian asuhan keperawatan
- Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit
- Topic yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya tentang keadaan pasien, perencanaan tindaka rencana dan data-data yang perlu ditambahkan
- Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan, ketua tim dan anggota tim
- Panduan perawat dalam pelaksanaan
Menurut Ratna Sitorus, 2006 , panduan perawat dalam pelaksanaan, antara lain:
- Konferensi dilakukan setiap hari segera setelah dilakukan pergantian dinas pagi atau sore sesuai dengan jadwal perawatan pelaksana
- Konferensi dihadiri oleh perawat pelaksana dan PA dalam timnya masing-masing
- Penyampaian perkembangan dan masalah klien berdasarkan hasil evaluasi kemarin dan kondisi klien yang dilaporkan oleh dinas malam.
Hal-hal yang disampaikan oleh perawat pelaksana meliputi:
- Keluhan utama klien
- TTV dan kesadaran
- Hasil pemeriksaan laboratorium atau diagnostik terbaru
- Masalah keperawatan
- Rencana keperawatan hari ini
- Perubahan keadaan terapi medis
- Rencana medis
- Perawat pelaksana mendiskusikan dan mengarahkan perawat asosiet tentang masalah yang terkait dengan perawatan klien yang meliputi:
- Klien yang terkait dengan pelayanan, seperti: keterlambatan, kesalahan pemberian makanan, kebisikan pengunjung lainnya, kehadiran dokter yang dikonsulkan.
- Ketepatan pemberian infuse
- Ketepatan pemantauan asupan dan pengeluaran cairan
- Ketepatan pemberian obat/injeksi
- Ketepatan pelaksanaan tindakan lain
- Ketepatan dokumentasi
- Mengiatkan kembali standar prosedur yang ditetapkan
- Mengingatkan kembali tentang kedisiplinan, ketelitian, kejujuran, dan kemajuan masing-masing perawatan asosiet
- Membantu perawatan asosiet menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan