Search

Loading...

Friday, December 31, 2010

Pre dan Post Conference

Posted by vini np at 5:07 PM

PRE DAN POST CONFERENCE
DALAM MANAJEMEN KEPERAWATAN

 
 
  1. Pengertian 

    Konferensi merupakan pertemuan tim yang dilakukan setiap hari. Konferensi dilakukan sebelum atau setelah melakukan operan dinas, sore atau malam sesuai dengan jadwal dinas perawatan pelaksanaan. Konferense sebaiknya dilakukan di tempat tersendiri sehingga dapat mengurangi gangguan dari luar.

    Konferensi terdiri dari 2 macam, yaitu:
  1. Pre Conference

    Komunikasi kepala tim dan perawat pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang dipimpin oleh katim atau penanggung jawab tim . Jika yang dinas pada tim tersebut hanya 1 orang, maka pre conference ditiadakan. Isi pre conference adalah rencana tiap perawat (rencana harian) dan tambahan rencana dari kepala tim dan penanggung jawab tim (Modul MPKP,2006)

    Waktu        : Setelah operan
    Tempat       : meja masing-masing tim
    PJ               : Kepala tim atau penanggung jawab tim

    Kegiatan    : 
  1. Kepala tim atau penanggung jawab tim membuka acara
  2. Kepala tim atau penanggung jawab tim menanyakan rencana harian masing-masing perawat pelaksana
  3. Kepala tim atau penanggung jawab tim memberikan masukan dan tindakan lanjut terkait dengan asuhan yang diberikan saat itu
  4. Kepala tim atau penanggung jawab tim memberikan reinforcement
  5. Kepala tim atau penanggung jawab tim menutup acara

  1. Post Conference
    Komunikasi kepala tim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift berikutnya.

    Isinya adalah hasil asuhan keperawatan tiap perawatan dan hal penting untuk operanI(tindak lanjut). Post conference dipimpin oleh kepala tim atau penanggung jawab tim. (Modul MPKP, 2006)

    Waktu        : sebelum operan ke dinas berikutnya
    Tempat       : meja masing-masing tim
    PJ               : kepala tim atau penanggung jawab tim
    Kegiatan     :
  1. Kepala tim atau penanggung jawab tim membuka acara
  2. Kepala tim atau penanggung jawab tim menanyakan kendala dalam asuhan yang telah diberikan
  3. Kepala tim atau penanggung jawab tim menyakan tindakan lanjut asuhan klien yang harus dioperkan kepada perawat shift berikut nya
  4. Kepala tim atau penanggung jawab tim menutup acara

  1. Tujuan
    Secara umum tujuan konferensi adalah untuk menganalisa masalah-masalah secara kritis dan menjabarkan alternative penyelesaian masalah, mendapatkan gambaran berbagai situasi lapangan yang dapat menjadi masukan untuk menyusun rencana antisipasi sehingga dapat meningkatkan kesiapan diri dalam pemberian asuhan keperawatan dan merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan perubahan non kognitif(McKeachie,1962). Juga membantu koordinasi dalam rencana pemberian asuhan keperawatan sehingga tidak terjadi pengulangan asuhan, kebingungan dan frustasi bagi pemberi asuhan (T.M.Marelli, et.al,1997)

    Tujuan pre conference adalah :
  • Membantu untuk mengidentifikasi masalah-masalah pasien, merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi hasil
  • Mempersiapkan hal-hal yang akan di temui di lapangan
  • Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang keadaan pasien

     
  1. Tujuan post conference
  • Untuk memberikan kesempatan mendiskusikan penyelesaian masalah dan membandingkan masalah yang dijumpai.

     
  1. Syarat

     
  2. Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian asuhan keperawatan dan post conference dilakukan sesudah pemberian asuhan keperawatan
  3. Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit
  4. Topic yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya tentang keadaan pasien, perencanaan tindaka rencana dan data-data yang perlu ditambahkan
  5. Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan, ketua tim dan anggota tim

  1. Panduan perawat dalam pelaksanaan

    Menurut Ratna Sitorus, 2006 , panduan perawat dalam pelaksanaan, antara lain:
  1. Konferensi dilakukan setiap hari segera setelah dilakukan pergantian dinas pagi atau sore sesuai dengan jadwal perawatan pelaksana
  2. Konferensi dihadiri oleh perawat pelaksana dan PA dalam timnya masing-masing
  3. Penyampaian perkembangan dan masalah klien berdasarkan hasil evaluasi kemarin dan kondisi klien yang dilaporkan oleh dinas malam.

    Hal-hal yang disampaikan oleh perawat pelaksana meliputi:
  • Keluhan utama klien
  • TTV dan kesadaran
  • Hasil pemeriksaan laboratorium atau diagnostik terbaru
  • Masalah keperawatan
  • Rencana keperawatan hari ini
  • Perubahan keadaan terapi medis
  • Rencana medis
  1. Perawat pelaksana mendiskusikan dan mengarahkan perawat asosiet tentang masalah yang terkait dengan perawatan klien yang meliputi:
    1. Klien yang terkait dengan pelayanan, seperti: keterlambatan, kesalahan pemberian makanan, kebisikan pengunjung lainnya, kehadiran dokter yang dikonsulkan.
    2. Ketepatan pemberian infuse
    3. Ketepatan pemantauan asupan dan pengeluaran cairan
    4. Ketepatan pemberian obat/injeksi
    5. Ketepatan pelaksanaan tindakan lain
    6. Ketepatan dokumentasi
    7. Mengiatkan kembali standar prosedur yang ditetapkan
    8. Mengingatkan kembali tentang kedisiplinan, ketelitian, kejujuran, dan kemajuan masing-masing perawatan asosiet
    9. Membantu perawatan asosiet menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan


0 comments:

Post a Comment

 

vini np's site | 2008-2014 |Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review

Winking Line Smiley