Search

Loading...

Thursday, August 26, 2010

Uji Zat Keton Urine

Posted by vini np at 9:39 PM

Badan keton terdiri dari 3 senyawa, yaitu aseton, asam aseotasetat, dan asam β-hidroksibutirat, yang merupakan produk metabolisme lemak dan asam lemak yang berlebihan. Badan keton diproduksi ketika karbohidrat tidak dapat digunakan untuk menghasilkan energi yang disebabkan oleh : gangguan metabolisme karbohidrat (mis. diabetes mellitus yang tidak terkontrol), kurangnya asupan karbohidrat (kelaparan, diet tidak seimbang : tinggi lemak – rendah karbohidrat), gangguan absorbsi karbohidrat (kelainan gastrointestinal), atau gangguan mobilisasi glukosa, sehingga tubuh mengambil simpanan asam lemak untuk dibakar.

Peningkatan kadar keton dalam darah akan menimbulkan ketosis sehingga dapat menghabiskan cadangan basa (mis. bikarbonat, HCO3) dalam tubuh dan menyebabkan asidosis. Pada ketoasidosis diabetik, keton serum meningkat hingga mencapai lebih dari 50 mg/dl.
Keton memiliki struktur yang kecil dan dapat diekskresikan ke dalam urin. Namun, kenaikan kadarnya pertama kali tampak pada plasma atu serum, kemudian baru urin. Ketonuria (keton dalam urin) terjadi akibat ketosis. Benda keton yang dijumpai di urine terutama adalah aseton dan asam asetoasetat.

Tujuannya adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan zat keton atau aseton pada urine.

Alat dan Bahan:

- 5 cc Urine yang ditampung gelas bekker

- 3 tetes Natrium Nitro Fruocide 6%

- 5 cc Amoniak 10%

- 5 cc Amonium sulfat

- Pipet tetes

- Tabung reaksi

- Spuit 5cc

- Pengaduk

Cara Pengerjaan:

  1. Pada praktikum kali ini, hanya digunakan ½ dari bahan yang ada ( * urine 5cc menjadi 2 ½ cc)
  2. masukkan 2 ½ cc urine pada tabung reaksi
  3. tambahkan 3 cc Natrium Nitro Fruocide 6% , aduk sampai homogen
  4. tambahkan Amoniak 10% 5cc aduk,
  5. tambahkan Amonium sulfat 5cc, aduk, sampai semua homogen
  6. Amati hasil !

Jika urine tidak terjadi perubahan warna maka hasilnya negatif (-)

Jika urine berwarna ungu maka hasilnya positif (+)


Uji keton positif dapat dijumpai pada : Asidosis diabetic (ketoasidosis), kelaparan atau malnutrisi, diet rendah karbohidrat, berpuasa, muntah yang berat, pingsan akibat panas, kematian janin. Pengaruh obat : asam askorbat, senyawa levodopa, insulin, isopropil alkohol, paraldehida, piridium, zat warna yang digunakan untuk berbagai uji (bromsulfoftalein dan fenosulfonftalein).

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium

  • Diet rendah karbohidrat atau tinggi lemak dapat menyebabkan temuan positif palsu. • Obat tertentu (Lihat pengaruh obat)
  • Urin disimpan pada temperature ruangan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan hasil uji negaif palsu
  • Adanya bakteri dalam urin dapat menyebabkan kehilangan asam asetoasetat
  • Anak penderita diabetes cenderung mengalami ketonuria daripada penderita dewasa.

0 comments:

Post a Comment

 

vini np's site | 2008-2014 |Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review

Winking Line Smiley